Situs Sutresna Jawa

ikon-kaca-ngajeng

ikon-buku-tamu

ikon-penanggalan

ikon-piwulang-kautaman

ikon-puspawarna

ikon-pasinaon

ikon-referensi

ikon-naskah-kuno

ikon-cerkak

ikon-galeria

ikon-lelagon

ikon-resep-masakan

ikon-download

Jumlah Pengunjung

5160593
Hari ini :Hari ini :209
Kemarin :Kemarin :1299
Minggu ini :Minggu ini :2722
Bulan ini :Bulan ini :25352
s/d Hari ini :s/d Hari ini :5160593
Online : 15

Pagerank

04 Mengenai Hilal


 pPENENTUAN awal bulan Puasa dan Idul Fitri ditentukan oleh adanya pengamatan Hilal, yaitu sesaat ketika Bulan melewati fase konjungsi (dalam bahasa Arab: Ijtimak), yaitu ketika Matahari-Bumi-Bulan berada pada satu garis lurus.

Artikel  Penanggalan - 

 

04 Mengenai Hilal


 

pPENENTUAN awal bulan Puasa dan Idul Fitri ditentukan oleh adanya pengamatan Hilal, yaitu sesaat ketika Bulan melewati fase konjungsi (dalam bahasa Arab: Ijtimak), yaitu ketika Matahari-Bumi-Bulan berada pada satu garis lurus.
Pada saat sekitar ijtimak, Bulan tidak dapat terlihat dari bumi, karena permukaan bulan yang nampak dari Bumi tidak mendapatkan sinar matahari, sehingga dikenal istilah Bulan Baru. 
Pada petang pertama kali setelah ijtimak, Bulan terbenam sesaat sesudah terbenamnya matahari. Ijtimak merupakan pedoman utama penetapan awal bulan dalam Kalender Hijriah.
Hilal itu sendiri, saat bulan teramati, tepat sesaat setelah ijtimak,

Bagaimana hilal ditentukan?

Hilal ditentukan menggunakan dua metode, yaitu Hisab dan Rukyat.

01. Hisab,

adalah menentukan posisi berdasarkan perhitungan, yaitu
dari menghitung posisi Matahari dan Bulan terhadap
Bumi.
Posisi Bulan Baru penting karena menjadi penanda
dimulainya penanggalan pada bulan yang baru (Tanggal 1 
Kalender Hijriah).

02. Rukyat
adalah penentuan posisi Bulan Baru berdasarkan
pengamatan, yakni bulan sabit pertama tampak sesaat
setelah ijtimak.
Rukyat dapat dilakukan dengan pengamatan.
Rukyat dilakukan pada saat menjelang terbenamnya
Matahari, pertama kali sesaat setelah ijtimak (Pada
waktu Bulan di ufuk Barat dan terbenam sesaat setelah
terbenamnya Matahari).
Apabila hilal terlihat, maka pada saat tersebut di lokal tersebut memasuki tanggal 1.
Tetapi bisa terjadi selang waktu ijtimak dengan terbenamnya Matahari terlalu pendek, sehingga secara teori, pendaran iluminasi cahaya Bulan tidak cukup teramati, karena masih terlalu suram dibandingkan semburat cahaya sekitar (pendaran cahaya Matahari terbenam).


Posted under Kalender by nggieng on October 6th, 2007
Sumber :
www.langitselatan.com


 kds penutup

Wangsul Manginggil

 

  • < 05 Penanggalan Jawa (Basa Jawa)
  • 03 Menghitung Hari dengan Sistem Penanggalan Hijriah >

Situs Sutresna Jawa, Powered by Joomla!